Pada tanggal 1/05/09, imam ahmad <imam.gondrong@gmail.com> menulis:
> 2009/5/1, imam ahmad <imam.gondrong@gmail.com>:
>>
>>
>
klik> http://wartegpalbellers.blogspot.com
Senin, 01 Juni 2009
Rabu, 20 Mei 2009
SEPI ITU INDAH
Jauh darimu
Meski dekat dihati
Berimbun wangi
Saat memadu kita berdua
Aku tak akan pergi
Nuansa malam ku resapi
Dengan sedikit terang
Anganku melayang
Betapa sepi itu indah
Aku mencumbu senyummu
Ketika ramai buatku gundah
Lekat manismu musnah
Kucoba memeluk dirimu
Menyatakan gairah kepasrahan tak biasa
Betapa sepi itu indah
Bila tiba tiba
Aku rindu padamu
Meski dekat dihati
Berimbun wangi
Saat memadu kita berdua
Aku tak akan pergi
Nuansa malam ku resapi
Dengan sedikit terang
Anganku melayang
Betapa sepi itu indah
Aku mencumbu senyummu
Ketika ramai buatku gundah
Lekat manismu musnah
Kucoba memeluk dirimu
Menyatakan gairah kepasrahan tak biasa
Betapa sepi itu indah
Bila tiba tiba
Aku rindu padamu
SATU TITIK API SATU SURO 1935
Tidak aku bertengger dipuncak kekuasaan jiwa untuk aku tunjuk dirimu
Semata sebagai pendampingku saja
Tidak aku tenggelam di samudra yang dalam
Aku ingin hidup ini menjadi bermakna
Aku bukan jago
Dongo dan cuma melongo
Mungkin tak semua ingin aku lakukan keharusan
Mungkin harus tak kulakukan semua keinginan
Aku akan lakukan yang harus kulakukan saja
Meluruskan jalan menuju istanamu
Tempat pemakaman rayuan setan mulai di indahkan
Semata sebagai pendampingku saja
Tidak aku tenggelam di samudra yang dalam
Aku ingin hidup ini menjadi bermakna
Aku bukan jago
Dongo dan cuma melongo
Mungkin tak semua ingin aku lakukan keharusan
Mungkin harus tak kulakukan semua keinginan
Aku akan lakukan yang harus kulakukan saja
Meluruskan jalan menuju istanamu
Tempat pemakaman rayuan setan mulai di indahkan
MUTIARA PHILOSOPHIA
Sewangi hawa kasidah cinta
Untuk hidup dan matiku
Kusebut namamu dalam hati
Disetiap sudut ruang bintang
Dengan hembusan nafasmu
Sebagai filosofi tarekatku kembali padamu
Jika masih ada cinta untukku
Maafkanlah segala kesalahanku
Cintailah aku
Jabat eratku mencium tanganmu
Kumenangis
Menjamah memetik hikmah denganmu
Untuk hidup dan matiku
Kusebut namamu dalam hati
Disetiap sudut ruang bintang
Dengan hembusan nafasmu
Sebagai filosofi tarekatku kembali padamu
Jika masih ada cinta untukku
Maafkanlah segala kesalahanku
Cintailah aku
Jabat eratku mencium tanganmu
Kumenangis
Menjamah memetik hikmah denganmu
KISAH NYATA
Bukan alur cerita prosa
Bukan sitiran syair pujangga
Cintaku pergi tak kunjung kembali
Lelah sudah terus mencari
Sedikit luka yang cintaku bawa
Cemaskan aku waktu terharu
Ketegaran di jiwa cintaku dulu
Sebanyak do'a yang ku pinta
Tak usah lagi cintaku kembali
Bila aku belum juga mengerti
Andaikan semua itu cintaku tahu
Betapa nestapa merubah rasa empedu
Kepahitan demi kepahitan tertelan
Jadikan siuman tatapan
Arah dihadapan depan
Acuh cintaku terabaikan ku hiraukan
Nun jauh disana suatu hari satu rasa
Ternyata cintaku berada
Seperti cintamu sang dewi
Idaman hati ini aku temukan sendiri
Bukan sitiran syair pujangga
Cintaku pergi tak kunjung kembali
Lelah sudah terus mencari
Sedikit luka yang cintaku bawa
Cemaskan aku waktu terharu
Ketegaran di jiwa cintaku dulu
Sebanyak do'a yang ku pinta
Tak usah lagi cintaku kembali
Bila aku belum juga mengerti
Andaikan semua itu cintaku tahu
Betapa nestapa merubah rasa empedu
Kepahitan demi kepahitan tertelan
Jadikan siuman tatapan
Arah dihadapan depan
Acuh cintaku terabaikan ku hiraukan
Nun jauh disana suatu hari satu rasa
Ternyata cintaku berada
Seperti cintamu sang dewi
Idaman hati ini aku temukan sendiri
150401 [FEELING vs INSTINCT]
Api yang menyala
Tak aku kuasai
Aku pergi
Kamu kecewa
Entah apa jadinya
Kubiarkan apa adanya
Rupanya waktu begitu baik padaku
Semuanya berubah seperti yang di kehendaki
Aku masih ragu
Benarkah seperti ini
Kamu menunggu sayangku
Masih seperti dulu memaafkan aku
Seakan tidak pernah ada yang terjadi
Katamu, semua sudah berlalu bersama angin lalu
Aku tak berani lagi bermain api
Demi cinta yang harus selalu terjaga
Meskipun aku rasa berat hati
Bukan berarti aku tak berlaga
Aku sudah rela
Terhimpit berjuta kata manja tertata
Suci dari hati, titipan darimu untukku
Aku mau bersamamu
Percikan api yang kamu beri
Lebih berarti... dari kebodohanku
Tak aku kuasai
Aku pergi
Kamu kecewa
Entah apa jadinya
Kubiarkan apa adanya
Rupanya waktu begitu baik padaku
Semuanya berubah seperti yang di kehendaki
Aku masih ragu
Benarkah seperti ini
Kamu menunggu sayangku
Masih seperti dulu memaafkan aku
Seakan tidak pernah ada yang terjadi
Katamu, semua sudah berlalu bersama angin lalu
Aku tak berani lagi bermain api
Demi cinta yang harus selalu terjaga
Meskipun aku rasa berat hati
Bukan berarti aku tak berlaga
Aku sudah rela
Terhimpit berjuta kata manja tertata
Suci dari hati, titipan darimu untukku
Aku mau bersamamu
Percikan api yang kamu beri
Lebih berarti... dari kebodohanku
Langganan:
Postingan (Atom)

